“Belajar dari Iblis”


Siapa yang tidak mengetahui tentang Iblis, sesosok makhluk yang sangat jahat dan merupakan salah satu makhluk ciptaan Tuhan. Dalam perspektif Islam, Iblis ingkar kepada Tuhan, ia tidak mau menuruti perintah Tuhan karena pada saat itu Tuhan menciptakan manusia(adam) yang terbuat dari tanah. Tuhan memerintahkan kepada malaikat dan iblis untuk tunduk pada adam, malaikat bersedia, namun iblis yang dengan kesombongannya tidak mau tunduk pada adam, iblis mengklaim dirinya paling tinggi karena diciptakan dari api. Semula pun, malaikat juga mempertanyakan pada Tuhan tentang penciptaan manusia, dikarenakan menurut pandangan malaikat manusia hanya akan menimbulkan kekrusakan dimuka bumi. Peristiwa ini di abadikan dalam kitab suci (al-qur’an). Tuhan menyampaikan kepada malaikat bahwa “aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Malaikat akhirnya menurut apa yng diperintahkan Tuhan. Apa yang dipertahankan iblis adalah sesuatu yang sangat di murkai Tuhan. Iblis yang pada awalnya hidup di suatu tempat yang dalam perspektif Islam, tempat itu dinamakan surga atau bisa saja tempat yang mirip dengan surga. Iblis di usir dari surga karena kesombongannya. Sejak saat itu iblis menaruh dendam kesumat kepada anak turunan adam. Iblis berjanji kepada Tuhan untuk terus menggoda umat manusia agar mengikuti jejaknya untuk menemani iblis di neraka. Segala macam upaya dilakukan oleh Iblis untuk melakukan niat jahatnya itu.

Iblis berhasil mennggoda Adam dan Hawa di dalam surga. Peristiwa ini juga diabadikan didalam kitab suci. Tuhan melarang Adam dan Hawa untuk mendekati dan memakan buah kuldi yang ada di surga. Namun, dengan kelihaian iblis, Adam dan Hawa pun terjebak oleh rayuan iblis dan akhirnya Tuhan marah lalu menurunkan adam dan hawa ke bumi dan mereka dipisahkan dalam jangka waktu yang lama hingga pada akhirnya mereka bertemu kembali pada suatu tempat yang bernama Jabbal Rahmah. Iblis tidak berhenti sampai disitu, mereka akan terus melakukan segala macam cara untuk mencapai tujuan mereka untuk menggoda umat manusia hingga akhir zaman. Setiap waktu mereka perjuangkan untuk merealisasikan rencana mereka. Bagi mereka waktu sangat berharga untuk membuat manusia sesat walau dalam sesaat. Karena sedikit saja bahkan sedetik saja kita ingkar kepada Tuhan lalu pada saat itu nyawa kita dicabut maka kita akan menjadi teman iblis di neraka. Waktu bagi iblis sangat berharga walau hanya sedetik saja. Kita bisa lihat bagaimana permasalahan umat saat ini yang dilanda krisis moral dan aqidah. Mungkin rencana iblis telah dikatakan berhasil 50%. Kedudukan manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain bisa dikatakan telah pudar. Hal ini bisa diakibatkan oleh dua faktor. Pertama, karena memang godaan iblis/setan, yang kedua bisa saja karena manusia itu sendiri.

Pada masa rasulullah, tepatnya saat beliau mendapat wahyu yang pertama yakni surat al-a’la ayat 1-5 yang intinya manusia disuruh untuk membaca dengan nama Tuhan. Berarti kita disuruh belajar, dalam beramal diperlukan ilmu makanya ada pepatah mengatakan ilmu tanpa amal buta amal tanpa ilmu cacat. Nah, terkadang khususnya pada saat   ini kita hanya tahu bahwa untuk mengambil hikmah atau pelajaran itu hanya dari model yang kita anggap baik, lurus, putih, bahkan yang terlihat baik dari luar saja. Kita selalu mengesampaingkan hal-hal yang buruk terjadi pada kita itu ternyata ada nilai positif yang dapat kita ambil. Kita sering beranggapan bahwa yang putih itu akan selalu putih dan hitam juga demikian. Mungkin kalau kita berpandangan subyektif kita akan seperti itu. Terpaku pada hal-hal yang sifatnya, bentuknya dari luar saja tidak melihat lebih jauh lagi. Untuk belajar juga demikian seharusnya, sikap moderat perlu kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan belajar tentunya. Banyak hal didunia ini yang bisa kita ambil pelajaran didalamnya. Baik segala hal-hal yang positif bahkan sesuatu yang kita anggap jelek dan buruk pun kita bisa ambil pelajaran. Kalau kita bisa mengambil pelajaran dari tokoh yang kita anggap memberi inspirasi besar bagi alam dunia ini berarti kita juga bisa mengambil tokoh yang di anggap sebagai common enemy bagi manusia di muka bumi yakni iblis. Iblis telah mengajarkan kita tentang banya hal yang apabila kita dengan cerdas dan bijak untuk memaknainya maka banyak pelajaran berharga yang secara tidak langsung diajarkan kepada kita. Iblis ibarat cermin bagi diri kita sendiri, yang apabila kita melakukan apa-apa saja yang dilakukan oleh iblis maka kita akan bernasib sama seperti iblis. Intinya adalah Tuhan ingin kita cerdas secara iman dan ilmu dengan menurunkan semua ciptaannya untuk saling belajar satu sama lain sekalipun pelajaran itu kita dapat dari Iblis. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s