Potret Wanita Masa Kini: Antara Racun atau Madu

Berbicara mengenai wanita tidak cukup hanya sekadar pada ruang lingkup bahwa ia merupakan salah satu makhluk Tuhan saja yang berbeda dari jenis yang satunya. Berbicara tentang wanita sangat kompleks sekali mulai dari peranan, peran, serta pengaruhnya di dunia. Wanita merupakan salah satu makhluk Tuhan yang hidup di muka bumi dari jenis manusia. Dilihat dari sejarahnya ialah pada saat penciptaan manusia pertama yakni Adam. Adam yang merasa kesepian lalu memohon untuk diberikan teman hingga akhirnya terciptalah Siti Hawa yang terbuat dari tulang rusuk Adam(dalam persektif Islam). Peristiwa ini diabadikan dalam kitab suci. Pada mulanya, wanita itu, sebelum datang Islam, khususnya di arab pada zaman jahiliah, meeka dianggap makhluk rendahan, hanya sebagai pemuas hasrat biologis saja. Namun, semenjak datangnya Islam, harkat martabat wanita menjadi naik drastic. Bahkan derajatnya lenih tinggi dari laki-laki. Wanita begitu diistimewakan dan benar-benar di atur sedemikian rupa agar terjaga kehormatannya.Segala sesuatunya di atur dengan sangat terkonsep oleh agama untuk menjaga keistimewaannya itu. Bukan berarti Tuhan pilih kasih atau tidak adil dalam memperlakukan hambanya, akan tetapi justru disitulah letak Tuhan itu maha adil. Wanita disuruh untuk menutup aurat mereka agar mereka terjaga. Bagi wanita yang memahami dengan baik hakikat diri mereka baik secara akal amupun iman maka mereka akan benar-benar menjadi wanita sungguhan, yang memiliki adab dan budaya yang elok bahkan terkesan intelektual dan anggun. Wanita juga digambarkan dalam kitab suci ataupun agama bahwa wanita adalah tiang Negara. Lihat! Betapa pentingnya pengaruh serta peran wanita.Bahkan ada yang mengatakan kalau di balik sebuah kesuksesan adalah adanya wanita yang mengiri. Namun, tak pelak juga wanita menjadi sosok yang membahayakan bagi sebuah kemajuan. Wanita juga bias menjadi salah satu factor penghambat kemajuan.

Di era globalisasi seperti saat ini contohnya, banyak sekali wanita yang sudah” tidak perduli” lagi dengan dirinya. Hal mode misalnya, pakain yang mereka anggap paling bagus ialah yang buka-bukaan. Anjuran agama sudah tidak lagi menjadi pegangan, yang jelas dalam benak mereka ialah bagaimana mereka tampil trendi dengan busana yang tidak pantas. Dan anehnya lagi hal itu banyak dilakukan oleh remaja(putri) yang Bergama Islam. Padahal, Islam sangat ketat sekali mengatur tata kehidupan wanita, tetapi mengapa mereka malah mengabaikan hal itu? Menjadi tanda tanya besar apakah ini pertanda kiamat sudah dekat. Wanita menjadi sentral dalam perkembangan peradaban, apabila baik wanita, maju peradaban mereka, maka akan berimbas juga pada perkembangan peradaban di sekitarnya. Akan tetapi, apabila buruk prilaku wanita, maka hancurlah peradaban tersebut. Makanya ada yang mengatakan ada tiga hal yang paling berpengaruh di dunia ini yakni, harta, tahta, dan wanita. Wanita masuk kategori tersebut. Apakah wanita akan menajdi madu yang bermanfaat atau malah sebagai racun yang membawa efek negative bagi dunia ini. Sudah saatnya wanita kembali istimewa, tidak dipandang “hina”, tidak menjadi bencana atau musibah. Karena dalah perspetktif Islam pun, nantinya yang paling banyak akan masuk neraka ialah wanita. Jangan sampai potret wanita zaman sekarang itu menandakan bahwa menandakan kalimat itu benar. Menjadi racun atau madu seorang wanita tentu akan melibatkan banyak dimensi, mulai dari orang-orang terdekat sampai pada lingkungan yang lebih luas lagi, tentu saja dengan pegangan agama dan budaya yang kuat fdan tinggi. Bagi wanita, bila ingin dihormati, dihargai, maka pandai-pandailah untuk menentukan arah hidup serta pegangannya. Saya tidak bias mengatakan kalau wanita itu harus kaku,ataupun keras, dan tertutup dalam aktivitas keduniawian mereka. Namun, bagaimana mereka mampu berkarya tanpa harus mencopot identitas mereka sebagai makhluk Tuhan yang istimewa dan berperadaban serta intelektual. Sekali lagi potret wanita zaman sekarang memang sudah jauh dari yang di gambarkan oleh agama serta para wanita-wanita zaman dahulu. Mereka tidak kehilangan identitas mereka dan tetap memunculkan karya yang dikenang selamanya. Secata kasat mata, mereka mungkin akan menjadi madu, tapi madu yang memabukkan, akhirnya sama saja dengan racun apabila mereka sudah kehilangan jati diri mereka sebagai wanita. Sekarang tinggal memilih menjadi racun atau madu. Wallahu’alambisshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s