Dampak Hilangnya Filosofi Pendidikan

 

Pendidikan sangat diperlukan demi kelanjutan hidup seseorang. Karena dengan pendidikan manusia akan belajar tentang dirinya, belajar tentang interaksi dengan manusia lain. Pendidikan juga didperlukan dalam memajukan kehidupan bernegara dalam artian meningkatkan peradaban manusia.

Di negara-negara maju pada zaman dulu lebih mendahulukan ekonomi dari pada pendidikan, pendidikan hanya sebatas pada lingkup keluarga saja. Pada perkembangannya muncullah industri-industri yang nantinya akan memunculkan stigma mencari kekayaan pribadi, maka dari itu dibutuhkan yang namanya pendidikan yang lebih dari pendidikan yang didapatkan di dalam kelaurga. Pendidikan yang diperoleh dalam keluarga di orientasikan  guna ditempatkan di pabrik-pabrik industri sebagai tenaga kerja. Fenomena ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di negara dunia ketiga mislanya, Indonesia. Pendidikan masa kolonial dilaksanakan secara eksklusif walaupun nantinya ada politik etis, namun tetap saja eksklusif. Pada masa orde baru, kembali orientasi pemerintah lebih kepada ekonomi, ekonomi menjadi panglima pembangunan. Pada masa reformasi, stigma itu coba diubah oleh para pelaku reformasi. Pendidikan menjadi prioritas utama dalam membangun bangsa, terutama manusia didalamnya.  Sebenarnya niatan mengubah pola pendidikan yang awalnya sentralistik yang dinilai tidak manusiawi dan justru mematikan pendidikan itu sendiri diubah menajdi pola otonomi. Pendidikan diserahkan pada masing-masing wilayah agar bisa lebih leluasa dalam memajukan potensi daerah masing-masing. Namun sangat disayangkan sekali, sistem seperti ini banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin merusak manusia Indonesia dari dalam. Sistem pendidikan desentralisasi menjadi lubang munculnya kapitalisme pendidikan. Mulai masuk kepentingan-kepentingan pihak asing dalam dunia pendidikan. Muncullah pendidikan kebarat-baratan atau westernisasi pendidikan yang sejatinya tidak sesuai dengan budaya ketimuran Indoesai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s