Teruntuk Guru ku

 

 

Engku berjalan bak serdadu yang siap berperang

Setiap langkahmu penuh dengan irama peperangan

Tatapanmu tajam bagaikan paruh elang yang menusuk pikiran busuk

Kata-katamu bak titah raja yang selalu di patuhi oleh jangkrik-jangkrik kecil

 

Bayang-bayang mu seperti Flaying Dutcman di lautan lepas

Selalu menghantui dan mengikuti para plankton-plankton di lautan

Kebebasan, kesenangan, keceriaan, engkau renggut dengan tongkat mu

Ibarat parede sirkus, Singa dikalahkan dengan seutas cambuk kecil

 

Bila berbicara bagaikan petir yang menyambar di antara pepohonan rindang

Di iringi dengan badai yang kencang, membuat daun-daun itu

Satu persatu gugur , membuat bunga-bunga layu

Sebelum berkembang….

 

Kami sebagai jangkrik, plankton, daun, dan bunga, tidak bias

Hidup seperti yang seharusnya, dikalahkan dengan sosok yang jauh

Lebih buas dari seekor singa…

 

Oh Guru…itukah dirimu…

Lalu bagaimana dengan hidup dan masa depan kami

Dan bangsa ini…

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s