Time Is Hope

Setiap manusia pasti memiliki harapan dalam hidupnya. Harapan akan membuat manusia bisa lebih menghargai hidup. Tanpa harapan, hidup ini akan kosong, akan hampa. Harapan ibarat taman bunga di padang pasir yang gersang. Harapan bukanlah sebuah fatamorgana. Harapan itu akan selalu ada dalam kehidupan ini. Manusia yang tidak memiliki harapan berarti dalam dirinya tidak memiliki secercah cahaya kebahagiaan. Ada banyak harapan didunia ini dan yang diharapkan oleh setiap manusia. Harapan yang paling berharga adalah waktu.

Terkadang kita tidak bisa menghargai waktu. Lebih sering menyia-nyiakan waktu yang tersedia. Tapi kita lupa betapa penting setiap detik yang berjalan. Bahkan terlambat satu detik saja bisa menyebabkan segala rencana hidup yang kita rencanakan bisa buyar karena hanya kita terlambat. Bahan yang paling penting adalah betapa kita harus bijak dalam menghargai waktu. Kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil yang maha kuasa. Terlena akan segala yang membuyarkan harapan.

Namun, di Indonesia, tradisi “ngaret’ sepertinya telah mendarah daging dan menjadi hal biasa dilakukan. Karena terlalu banyak orang yang berfikiran seperti itu akibatnya hal itu jadi lumrah dilakukan. Di sekolah, dikampus, dikantor, kebanyakan orang sudah biasa dengan ngaret. Dampak negatif dari  kebiasaan ini adalah hilangnya nilai kedisiplinan serta yang paling penting adalah kehilangan harapan. Jangan hanya karena terlambat satu detik, harapan anda, harapan kita semua sirna dalam sekejap. Kesempatan tidak datang dua kali, maka gunakanlah waktu sebaiknya agar kesempatan itu diraih dan harapan kita akan terwujud.

Harapan merupakan tujuan hidup, dan tujuan hidup itu perlu di rencanakan, untuk meraih tujuan hidup tersebut, waktu adalah hal terpenting, setiap waktu yang berjalan adalah setiap butiran-butiran harapan yang akan terkumpul menjadi tujuan hidup. Mulailah dari diri kita sendiri. Ingat, waktu adalah harapan. Raih harapan dengan menghargai waktu.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s