terrkadang, , ,

Saya berada di tempat yang menerapkan pendidikan semi militer di sekolah. Ende, NTT, tempat saya bertugas mengajar bersama teman-teman dari Universitas Negeri Yogyakarta. Kami disebar kebeberapa kecamatan di Ende. Dan permasalahannya hampir sama. Pendidikan semi militer untuk mendidik diterapkan oleh pihak sekolah.

Khususnya saya yang mengajar di SMAI Mutmainnah, hampir setiap hari melihat pemukulan terjadi terhadap siswa. Terutama oleh seorang guru yang akrab disapa Pak Luken. Beliau hampir setiap hari menghukum siswa dengan alibi bahwa untuk mendidik anak flores harus dengan cara militer. Suatu cara pandang pendidikan yang memprihatinkan disatu sisi, namun disisi lain hal itu perlu dilakukan untuk membina mental peserta didik yang memiliki karakter keras kepala.

Dilema juga saat berada di kelas. Menghadapi siswa yang kurang bahkan tidak peduli dengan apa yang kita sampaikan. Terbesit juga hasrat untuk melakukan hal yang sama dengan guru-guru lain lakukan. Namun saya hanya memilih untuk menasehati saja secara perlahan. Bahkan terkadang saya hanya diam saja melihat mereka berbuat semaunya. Saya hanya mencoba untuk melihat permasalahan tersebut secara lebih kompleks.

Pertama, saya melihat apa yang terjadi pada saya adalah seperti sebuah “sejarah yang terulang”. Apa yang terjadi pada saya saat ini, pernah terjadi juga pada guru saya dulu. Kedua, sebelum kita menasehati orang lain, terlebih dulu kita menasehati diri sendiri. Terkadang memang, ketidaksampaian apa yang coba kita sampaikan bukan karena semata-mata karena penerima pesan “bebal”, namun bisa saja karena sang penyampai belum melakukan apa yang disampaikan. Ketiga, terkadang, kita terlalu mematok standar kebaikan menurut satu pandangan saja.

Seperti yang dikatakan Soe Hoe Gie, “guru bukanlah dewa, guru yang tidak tahan kritikan harus masuk dalam tong sampah”. Sekolah bukanlah arena sirkus. Sekolah juga bukanlah tempat penangkaran satwa liar. Tidak selamanya paksaan mampu merubah watak manusia. Terkadang bujukan bisa lebih unggul dari paksaan.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s