Ramdhan, Pilpres dan Piala Dunia: Prioritas yang mana?

 

Di tahun 2014 ini ada beberapa momentum yang menghinggapi masyarakat Indonesia. Setidaknya ada tiga momentum di bulan Juli khususnya. Mulai dari pilpres (pemilihan presiden), Piala Dunia dan bulan suci Ramadhan. Adanya tiga momentum besar ini paling tidak sedikit membelah pikiran rakyat. Pertanyaannya, prioritas yang mana?

Tentu hal ini sangat beraneka ragam. Banyak sudut pandang untuk melihat tiga momentum ini agar tidak mengesampingkan salah satunya. Tetapi sekali lagi, pertanyaannya adalah prioritas yang mana? Karena pertanyaan tersebut akan mengarah kepada sebuah jawaban yang dapat mengukur seberapa peduli rakyat terhadap ketiga momentum tersebut dan tentunya juga dapat mengukur seberapa perduli rakyat terhadap bangsa, agama, dan hiburan.

Tentunya sebagai masyarakat Indonesia, ada dua momentum yang diutamakan—pilpres dan Ramadhan. Piala Dunia hanya kita jadikan hiburan semata untuk mengusir kebosanan. Tetapi tidak menyalahkan pula apabila ada yang lebih memilih Piala Dunia sebagai obat penawar dari kebusukan pilpres. Ada yang lebih memilih Ramadhan juga tidak menjadi sebuah kesalahan, dan lebih memilih pilpres juga merupakan pilihan. Ada yang memilih ketiganya juga merupakan suatu pilihan yang baik pula.

Hanya saja bagaimana memilih diantara salah satu sebagai prioritas tanpa mengesampingkan yang lainnya. Justru, yang harus kita lakukan adalah demikian. Melihat, memandang, menganalisa ketiga mmomentum yang diahadapi untuk  mencapai suatu jawaban yang pasti. Tentu sebagai makhluk beragama (red.Islam), Ramadhan adalah yang utama. Jangan sampai, pilpres dan Piala Dunia membuat kita lupa akan bulan suci ini.

Bila melihat saat ini, terlihat sekali bagaimana Pilpres dan Piala Dunia sedikit mengalihkan perhatian kita terhadap Ramadhan. Bagi mereka yang terfokus pada politik, saling bersaing memperbutkan kekuasaan, saling mengumbar aib, fitnah dan caci maki. Sedangkan Piala Dunia mengalihkan perhatian ibadah di bulan Ramadhan. Padahal, seharusnya di bulan inilah waktu yang tepat untuk lebih banyak memperbaiki diri. Malah, kalau penulis lihat, dari Ramadhanlah seharusnya manusia bisa menentukan pilihan yang tepat.

Bagi mereka yang ingin memilih pada pemilihan presiden nanti, diantara dua pilihan, jadikan Ramadhan sebagai penentu pilihan. Calon presiden manakah yang akan membawa dampak positif bagi bangsa dan agama. Menguatkan hati nurani agar tidak salah memilih pemimpin. Sedangkan bagi mereka yang tidak memilih tentu punya alasan yang kuat.

Tidak perlu menyalahkan bagi mereka yang tidak memilih, bisa saja itu karena pilpres tidak masuk dalam skala prioritas. Kemunafikan politik selama ini memunculkan suatu golongan yang membuat garis hidup sendiri, selama politik itu belum merubah wajahnya. Wajah yang selama ini manis di permukaan namun busuk dalamnya. Ajang mengumbar janji bila terpilih. Apabila tidak terpilih, janji itu masuk tong sampah.

Pepatah bijak mengatakan “hidup adalah pilihan”. Hanya saja janganlah sampai disitu. Memang benar hidup selalu berhadapan dengan sebuah pilihan, namun alangkah baiknya kalau pilihan itu adalah sebuah pilihan yang bijak. Sebagai makhluk bernyawa, manusia disuruh untuk memilih dari berbagai pilihan, entah itu lebih dari dua atau hanya dua saja. Harapannya pilihlah dengan bijak. Bahkan tidak memilij juga merupakan suatu pilihan. Tinggal tergantung personal orang tersebut dalam memilih.

Untuk menguatkan hati, dalam memilih agar pilihan itu benar-benar yang baik perlu sebuah formula ataupun waktu yang baik pula. Ramadhanlah saat-saat yang tepat, sebuah formula yang sangat baik dalam menentukan sikap, memperbaiki diri, termasuk dalam menentukan pilihan. Berkeyakinan dengan sangat kalau Ramadhan akan memberikan petunjuk bagi kita dalam menentukan sikap dan memilih.

Menyia-nyiakan Ramadhan, sama juga dengan menyia-nyiakan hidup. Meraih kemenangan hakiki hanya di blan Ramadhan. Meraih janji-jani yang benar pasti ditepati karena Allah SWT yang berjanji. Pilpres da piala dunia hanyalah urusan duniawia semata. Sedangkan Ramadhan tidak hanya berurusan dengan akhirat semata akan tetapi termasuk dunia juga. Sebagai makhluk yang diciptakan dengan dilebihi oleh akal untuk berfikir, gunakan lah itu dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s